
RUMBIA, (Kamis 23 April 2020) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rumbia tetap gelar pengajian dan shalat tarawih, ditengah wabah corona saat ini. Kegiatan mengaji tetap dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang diterapkan oleh Pemerintah. Ismail Hasan memaparkan saat ditemui dikediamannya ” Para santri pondok tempat kami, memanfaatkan masa pandemi Covid-19 untuk memaksimalkan program ngaji posonan selama bulan Ramadhan 1441 H. Pengasuh Pesantren Daruttauhid Al-Hasaniyah sekaligus Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rumbia ini lanjut mengatakan, “Sebagian santri yang diasuhnya memilih tidak pulang kampung dan tetap bertahan di pesantren untuk karantina mandiri sambil terus mengaji kitab kuning, dengan tetap bertahan di pondok mereka tetap bisa melanjutkan program ngaji kitab, selain mengikuti program sekolah daring yang diprogramkan sekolahannya. Kalau mereka pulang kampung lanjutnya, tentu tidak bisa mengikuti ngaji kitab di pesantren, dan tidak menutup kemungkinan santri-santri yang dipulangkan ini bisa jadi tertular covid 19, karena meraka bebas berinteraksi, sedangkan jika dipesantren, interaksi mereka kami batasi. “Ujarnya”.
Selain Ngaji kitab, Jamaah shalat tarawih tetap dilaksanakan, sebelum melaksanakan mereka kami anjurkan untuk patuhi protokol kesehatan, diantaranya cuci tangan pakai sabun 20 detik sebelum masuk Mushalla, celupkan kaki dengan air disinfektan, jaga jarak shof shalat. ”Kata Ismail”.
Dikatakan, kalau hingga lebaran masa pandemi covid-19 belum dinyatakan selesai mereka tidak akan mudik, tetapi memilih berlebaran di pondok. “Ya, kami melayani keinginan santri yang ingin tabarukan ngaji pada puasa ramadhan atau yang dikenal dengan ngaji posonan di pondok, tetapi harus mengikuti protokol kesehatan dan keamanan,” pungkasnya.
Editor : Eri Hermawan
